Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJakartaTerbaru

PKPS Puji Kolaborasi 3 Organisasi Perantau yang Sukses Gelar Malam Seni dan Budaya Tradisional Pasisia di TMII

34
×

PKPS Puji Kolaborasi 3 Organisasi Perantau yang Sukses Gelar Malam Seni dan Budaya Tradisional Pasisia di TMII

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

JAKARTA, RELASI PUBLIK – Malam seni dan budaya tradisional Pasisia yang digelar di Anjungan Sumbar, TMII pada Sabtu (26/8) lalu berlangsung lancar dan sukses. Para penyelenggara pun mendapatkan apresiasi dan pujian dari berbagai kalangan. Termasuk dari Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS).

Sebagaimana diketahui, gelaran Malam Seni dan Budaya Tradisional Pasisia diselenggarakan oleh tiga organisasi perantau Pesisir Selatan. Ketiganya ialah Ikatan Warga Lengayang (Ikwal) Jakarta, Serdadu Pasisia serta Biduak Pasisia.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKPS Ahman Nurdin yang hadir pada acara tersebut memuji tiga organisasi yang berhasil menyelenggarakan acara tersebut. Menurutnya, tidak mudah membuat acara sebesar itu.

Dari hitungan Ahman Nurdin, tidak kurang dari 600 pasang mata hadir mengikuti acara itu. Sekali lagi, sambungnya, perencanaan dan kesiapan panitia sungguh sangat matang dalam menyelenggarakan acara.

Dikatakan, antusiasme para perantau untuk menyaksikan tarian dan rabab pada malam itu sangat tinggi. Jauh sebelum acara dimulai, para perantau sudah banyak berdatangan.

Apalagi, perantau yang hadir tak hanya yang berdomisili di Jakarta. Perantau Pesisir Selatan seperti di Bandung dan Purwakarta juga menyempatkan diri untuk hadir.

“Acara semacam ini memang tidak selalu ada. Para perantau sebenarnya sudah rindu dengan kampung. Dalam kesempatan inilah kita bisa bertatap muka dan saling bercengkrama,” kata pria yang juga Ketua Forkap tersebut.

Jajanan yang tersaji di depan para tamu, kata dia, telah memberikan kesan tersendiri dan mengingatkan akan kampung halaman. Jajanan seperti pinukuik, lapek, lapek bugih, tusuak sate dan sebagainya sudah jarang ditemui terlebih di rantau.

“Selain jajanan yang tersaji, panitia juga menyediakan stand yang berisikan makanan dan minuman khas dari daerah. Ini tentu memberikan kesan tersendiri dan tentu akan tidak mudah dilupakan acara ini,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum PKPS Zulhendri Chaniago sangat mengapresiasi acara yang diinisiasi oleh Ikwal Jakarta bersama Serdadu Pessel dan Pelaut Pessel tersebut. Ia menyebut gagasan tersebut sebagai gagasan yang bernas.

Dikatakan, ia dan PKPS memberikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi tiga organisasi tersebut. Ia berharap, kegiatan semacam ini dapat terus ditumbuh kembangkan dan ditiru oleh organisasi perantau lainnya.

Jauhnya kampung dan halaman, membuat perantau jarang berinteraksi dengan kesenian atau kebudayaan di daerah. Apalagi, kekinian serangan budaya Korea atau K-Pop terus melanda dunia.

Ia khawatir, dengan pengaruh budaya luar mengikis budaya lokal khususnya Pasisia. Terlebih, Ranah Minang terkenal akan rabab yang sudah melegenda di masyarakat Minang.

“Jangan sampai budaya dan kesenian Pasisia musnah oleh perkembangan musik dan seni moderen di era Globalisasi. Terlebih rabab sudah melegenda di masyarakat Minang. Kegiatan oleh Ikwal Jakarta ini sangat membantu dalam melestarikan budaya Pasisia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *