Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJakartaPolitkTerbaru

Berpihak Kepada Ibu Bekerja, Anies Janji Wujudkan Daycare dan Ruang Laktasi Berkualitas di Tempat Kerja

43
×

Berpihak Kepada Ibu Bekerja, Anies Janji Wujudkan Daycare dan Ruang Laktasi Berkualitas di Tempat Kerja

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

JAKARTA, RELASI PUBLIK – Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menyoroti kesejahteraan hingga perlindungan bagi pekerja perempuan di Indonesia. Anies mendorong adanya tempat pengasuhan anak (daycare) di tempat kerja.

Hal tersebut disampaikan Anies dalam acara “Desak Anies” yang bertema perempuan, lingkungan, dan agraria di Hallf Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2024) yang diunggah di akun YouTube Total Politik, Selasa (23/1/2024).

Anies berharap, perempuan bisa produktif bekerja tanpa risau dengan kewajiban sebagai ibu bagi buah hatinya.

“Ini dilema begitu banyak terutama kepada mereka yang bekerja sementara pendapatannya juga terbatas,” ucap Anies.

Anies mengatakan menurut riset 1,7 juta dari 11 juta perempuan usia 20-24 tahun memilih untuk bekerja dengan alasan menikah atau punya anak.

“Artinya mereka memilih untuk tidak melanjutkan karena beban yang tidak sederhana, salah satunya masalah pengasuhan anak karena mereka punya beban,” kata Anies.

Anies menegaskan masalah ini harus segera diselesaikan.

“Sering sekali kita melihat masalah itu bukan sulit tapi tidak diselesaikan,” ucap Anies.

“Saya beri contoh ada jalan yang aspalnya bertahun-tahun rusak, tidak perlu ilmu rumit yang diperlukan adalah alokasikan anggaran maka beres masalah aspal,” kata Anies.

Anies menyebut, jika ia terpilih sebagai pemenang dalam Pilpres 2024 , ia akan mengadakan program membangun daycare atau tempat penitipan anak dan ruang laktasi yang berkualitas di tempat kerja. Hal ini kata Anies dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap perempuan yàng bekerja.

“Ini adalah bentuk dukungan kita terhadap perempuan yang bekerja agar dia tetap bisa bekerja sambil bisa merawat dan mengasuh anak-anaknya”, tegas Anies.

Menurut Anies, program ini sudah seharusnya dijalankan di perusahaan-perusahaan dan kantor pemerintah.

Anies juga menyinggung terkait program cuti melahirkan 40 hari untuk suami agar peran suami benar-benar terlibat di fase awal kelahiran buah hati.

“Cuti istri melahirkan bagi suami biasanya hanya 2 hari, kami ingin mengubah menjadi 40 hari bagi suami,” ucap Anies.

Senada dengan itu, Dewan Pakar PKS Ahman Nurdin menyebut keberadaan daycare atau tempat penitipan anak kini tidak dapat disepelekan. Ini bukan hanya tentang memberikan manfaat stimulasi tumbuh kembang bagi anak dan membuat orang tua tidak khawatir ketika harus meninggalkan anak-anak saat bekerja.

“Bagi perempuan keberadaan daycare merupakan suatu bentuk keberpihakan bagi perempuan, terutama ibu yang bekerja agar tetap dapat menyeimbangkan antara karir dan keluarga,” ucap Ahman.

Ahman menyebut, Pemerintah sepertinya perlu membangun kesadaran tentang pentingnya daycare dan mengambil alih pengelolaannya dengan serius agar ibu bekerja punya akses yang luas untuk bisa menitipkan anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *