Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJakartaTerbaru

Anies Sebut Pembangunan Tol Trans Jawa Matikan Pedagang Jalur Pantura

58
×

Anies Sebut Pembangunan Tol Trans Jawa Matikan Pedagang Jalur Pantura

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

JAKARTA, RELASI PUBLIK – Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menyoroti pembangunan infrastruktur yang tidak dibarengi dengan solusi bagi masyarakat. Salah satunya pembangunan tol Trans Jawa yang berdampak pada pedagang di Jalur Pantura.

Anies menuturkan, pembangunan tol Trans Jawa melupakan dampak bagi Jalur Pantura. Dia menyebut pembangunan tol tersebut membuat Pantura ‘mati’.

“Contoh yang paling sederhana, itu dirasakan di Pulau Jawa, namanya Pantura. Pantura itu negara membuat strategi baru namanya membangun jalan bebas hambatan dari barat sampai ke timur. Bagus, bagus, nggak ada pertanyaan soal itu. Itu dibutuhkan supaya sistem logistik kita bisa berjalan dengan efisien,” tutur Anies dalam acara Sarasehan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (2/2/2024).

“Tapi kita melupakan prinsip strategi bagi kawasan Pantura. Ini exitnya bagaimana mereka, yang kita kerjakan dilupakan begitu saja. Pokonya bangun jalan tol, Pantura-nya mati, ya mohon maaf ada perubahan,” sambungnya.

Anies mengatakan, negara tak boleh mematikan usaha warganya. Untuk itu jika AMIN (Anies-Muhaimin) menang, katanya, hal semacam itu akan dicarikan solusinya.

“Jadi ini yang belum pernah kita kerjakan, ini yang kalau sampai kita mendapat kewenagan Pak, kami akan memikirkan secara serius exit strateginya supaya mereka tidak mati. Berangkat dari mana ini, berangkat dari observasi kami menyaksikan Pantura,” kata Anies.

Senada dengan itu, Dewan Pakar PKS Ahman Nurdin mengatakan pemerintah tidak memikirkan dampak negatif ekonomi terhadap aktivitas masyarakat di Jalan Pantura, akibat adanya jalan Tol Trans Jawa yang terkoneksi dari Merak sampai Surabaya

“Dengan munculnya jalan tol Trans Jawa akan terjadi perubahan pola pertumbuhan kawasan, baik secara alami maupun terpaksa. Bangkrutnya beberapa bidang usaha sepanjang Jalur Pantura,”

Ahman menyampaikan, pembangunan jalan tol Trans Jawa saat ini lebih banyak dibangun, dikelola oleh perusahaan asing dan swasta nasional BUMN yang memiliki penguasaan penuh selama puluhan tahun untuk memungut biaya tarif tol yang tak banyak memberikan manfaat bagi masyarakat di Pantura.

“Beragam ancaman yang mengintai kawasan pantura Jawa tentu akan memengaruhi keberlangsungan aktivitas ekonomi bagi jutaan penduduk yang berdiam di daerah tersebut,” ucap Ahman.

Maka dari itu Ahman Nurdin berharap, dengan terpilihnya Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 mendatang semua permasalahan itu dapat diatasi sehingga perekonomian daerah Pantai Utara Jawa dapat hidup dan mendatangkan manfaat bagi perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *