Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terbaru

DPD RI Sepakati Pansus Evaluasi Tata Tertib

21
×

DPD RI Sepakati Pansus Evaluasi Tata Tertib

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD RI,LaNyalla Matalitti (Dok/Istimewa)
banner 325x300

JAKARTA,RELASIPUBLIK.COM-Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan pimpinan DPD lainya, menyepakati rencana membentuk Tim kerja (Timja) untuk meneruskan kerja Panitia Khusus (Pansus) tentang tindak lanjut evaluasi Tata Tertib (Tatib) DPD RI.

Adapun, kesepakat ini disampaikan LaNyalla saat melakukan pertemuan dengan Pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPD RI di Ruang Rapat Pimpinan DPD RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Turut hadir dalam rapat tersebut di antaranya, Waka II DPD RI Mahyudin, Waka III Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua BK Leonardy Harmayn, Wakil Ketua BK Adilla Azis, Yustina Ismiati, Matheus Stefi Pasimanjeku, anggota BK Bustami Zainudin, Abdi Sumaithi, Ahmad Kanedi dan Ustadz Zuhri.

Dijelaskan La Nyalla, kalau pansus sebenarnya sudah melaporkan hasil kerjanya pada 20 Juli 2020. Namun, saat itu belum disahkan dalam Sidang Paripurna.

“Karena itu alangkah lebih baik kita tidak mulai lagi dari nol, namun meneruskan kerja Pansus dengan melakukan penyempurnaan-penyempurnaan,” tegasnya.

Lanjut dia, bahwa saat ini DPD RI masih menggunakan Tata Tertib Nomor 2 tahun 2019. Dalam tugas pokok dan fungsinya, BK memang bisa melakukan evaluasi terhadap Tatib, namun saat ini telah berjalan Pansus Tatib yang telah melakukan penyusunan revisi Tatib.

Selain itu, Ketua DPD dan Pimpinan DPD juga mengingatkan agar di dalam tata tertib nantinya menyikapi wacana Amandemen Konstitusi.

“Terkait wacana Amandemen Konstitusi harus digunakan sebaik-baiknya untuk penguatan DPD dalam sistem kenegaraan. Kita harapkan dengan revisi tatib nanti produk ini benar-benar final dan mengikat untuk semua anggota DPD,” kata LaNyalla.

Dengan demikian, maka sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan Amandemen Konstitusi, anggota DPD RI terikat secara kelembagaan. Artinya apapun sikap DPD, semua anggota DPD menyepakati.

Sekjen DPD RI, Rahman Hadi, menyampaikan sarannya dalam rapat tersebut. “Pimpinan, melalui Panitia Musyawarah, perlu membentuk Timja untuk melakukan penyempurnaan Tatib. Anggota Timja bisa terdiri dari Anggota BK dan anggota alat kelengkapan lain,” saran Sekjen DPD Rahman Hadi.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPD RI Mahyudin, mengingatkan jika anggota DPD RI terikat secara kelembagaan. Artinya apapun sikap DPD, semua anggota DPD menyepakati.

“Jika tidak setuju berarti pendapat pribadi dan hal itu berarti melanggar tata tertib sehingga bisa dikenakan sanksi,” ujar Mahyudin.

Selain itu, Wakil Ketua BK Matheus Stefi juga menyampaikan perlunya diatur dalam tata tertib terkait komposisi dan giliran anggota dalam alat kelengkapan, agar tidak ada anggota yang tidak mau berganti.

“Namun hal itu tidak perlu diurus di ranah pimpinan namun cukup di ranah BK saja,” tutup nya. ** DL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *