Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaBogorTerbaru

Hikmah Korban di Hari Raya Idul Adha, Drs.KH. Deden Ubaidillah Sampaikan Ini..

76
×

Hikmah Korban di Hari Raya Idul Adha, Drs.KH. Deden Ubaidillah Sampaikan Ini..

Sebarkan artikel ini
Ketua MUI Ciherang Dramaga Bogor Drs.KH.Deden Ubaidillah, sedang memberikan Khutbah Sholat Aidil Adha, 1444.H. di Masjid Al-Muttaqin Graha Arradea Ciherang Dramaga Bogor. (Foto dok/JAT)
banner 325x300

BOGOR – Hikmah berkorban bagi umat Islam untuk melihat sifat ikhlas dalam diri sendiri untuk memperkuat ke imanan kepada Allah SWT, serta memberikan bantuan kepada fakir meskin yang lebih memerlukan dari pada kita.

Demikian Chotbah Idul Adha disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Ciherang Dramaga Bogor Jawa Barat Drs. KH. Deden Ubaidillah Kamis, 29 Juni 2023.

Lebih jauh ia menjelasksn dalam chotbahnya, bahwa
untuk mengusir sifat buruk dalam diri kita yang selama ini masih terpelihara dengan baik.

Perintah melaksanakan kurban ini telah disampaikan oleh Allah SWT dalam penggalan surat Al Quran yang berbunyi sebagai berikut:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
Fa salli lirabbika wan-har.

Artinya: “Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!” (QS Al Kautsar ayat 2)

Menjalankan ibadah kurban memiliki sejumlah hikmah yang bisa dipetik oleh umat Islam antara lain

1. Mengenang peristiwa Nabi Ibrahim yang akan menyembelih Ismail kecil
Dengan berkurban kita jadi kembali mengenang peristiwa monumental Nabi Ibrahim ketika menuruti perintah Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya Ismail.

Di momen itu Nabi Ibrahim digambarkan seperti melepaskan dirinya dari segala hal duniawi dan memperlihatkan keimanan, rasa tunduk, dan ketaatannya hanya pada Allah SWT.

Peristiwa ini juga memberikan contoh pada umat Muslim tentang hubungan harmonis antara ayah dan anak, terutama ketika menghadapi suatu masalah.

2.Serta melatih keikhlasan dan keimanan
Ibadah qurban mengajarkan tentang cara ikhlas dan rela berqurban demi mendapat rida Allah SWT.

Sama seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim pada Ismail, meski pada awalnya berat tetapi beliau ikhlas mengikuti semua arahan Allah SWT.

Buah dari keikhlasan itu, Allah SWT langsung membuktikan mukjizatnya sehingga Ismail tidak jadi disembelih melainkan digantikan dengan seekor kambing untuk kurban.

3. Memberikan kesenangan pada fakir miskin
Dari sisi nilai sosial, hikmah kurban ini sama dengan memberi dan berbagi kebahagiaan pada fakir miskin dan kaum duafa.

Ketika kita berqurban, sebagian besar hasilnya akan didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Sungguh, kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (QS Al Kautsar ayat 1-3)

Kisah Singkat Nabi Ismail yang Rela Berkorban dan Menjadi Teladan

4. Menyingkirkan sifat kebinatangan dalam diri
Binatang adalah simbol keburukan dari dalam diri manusia. Oleh karena itu, dengan berkurban diharapkan sifat-sifat kejelekan itu dihapuskan dan ditinggalkan.

Selain itu, qurban ini memberitahukan kepada kita bahwa manusia tidak layak dikorbankan, dijual, dijajah, atau disakiti dengan perbuatan lain yang merendahkan manusia itu sendiri.

Hal itu terlihat dari peristiwa Nabi Ibrahim ketika hendak menyembelih Ismail, kemudian Allah SWT segera menggantinya dengan seekor ibas atau domba untuk dijadikan kurban.

5. Ibadah yang dicintai Allah SWT
Berkurban tidak semata-mata bisa menghapus dosa, memberikan rezeki kepada yang membutuhkan, atau menjalankan ibadah sunnah Allah SWT.

Di sisi lain kurban ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang dicintai Allah SWT, sebagaimana bunyi hadis berikut.

“Tidaklah anak Adam melakukan sesuatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirnya darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Itulah hikmah qurban yang bisa diperoleh setiap umat Muslim sebagai bentuk ketaatan pada Allah SWT.(JAT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *