Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJakartaLegislatifTerbaru

Legislator PKS Dorong Penanganan Konflik Agraria yang Efektif dan Bijaksana di Akhir Masa Jabatan Presiden Jokowi

93
×

Legislator PKS Dorong Penanganan Konflik Agraria yang Efektif dan Bijaksana di Akhir Masa Jabatan Presiden Jokowi

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur. (Foto dok AZ)
banner 325x300

JAKARTA, RELASI PUBLIK – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyuarakan keprihatinannya terhadap mencuatnya sejumlah konflik agraria yang disertai dengan kerusuhan dan kekerasan aparat menjelang akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo.

Dalam pernyataannya, Aus Hidayat Nur mengingatkan sudah kurang dari lima bulan lagi, rakyat akan menggelar pesta demokrasi.

“Jangan biarkan suasana hati mereka terusik karena kesewenangan aparat yang tidak terkendali,” tegas Aus.

Beberapa kasus mencolok yang menjadi perhatian adalah kasus Rempang yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan, serta penyebaran video yang memperlihatkan tindakan kekerasan oleh aparat terhadap warga dalam konflik lahan di Lampung, yang kemudian viral di berbagai media.

“Di Kalimantan Tengah, kerusuhan meletus ketika warga yang menuntut pemenuhan janji perusahaan kelapa sawit terkait tanah plasma terlibat dalam bentrokan dengan polisi,” jelasnya.

Aus Hidayat Nur menegaskan, pihaknya mendesak agar aparat menjalankan tugas mereka dengan hati nurani dan proporsional.

“Hindari tindakan berlebihan terhadap warga yang pada dasarnya adalah saudara sesama. Yang tak kalah penting, pemerintah harus turun tangan untuk memastikan rasa keadilan bagi masyarakat yang terlibat dalam konflik agraria ini,” pungkasnya.

Selain itu, kata Aus, ada keprihatinan bahwa kemungkinan akan muncul kasus serupa lainnya menjelang pemilihan umum dapat mengganggu rasa nyaman masyarakat.

“Kami berharap bahwa kepemimpinan Presiden Joko Widodo bisa mencapai akhir yang mulia sesuai waktunya, tanpa meninggalkan luka dan air mata masyarakat yang tertindas dalam sengketa agraria ini,” tutup Aus tegas. (AZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *