Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politk

Pesan dan Harapan Anggota BKSAP DPR Dyah Roro Esti dalam IPU ke-144 di Bali

64
×

Pesan dan Harapan Anggota BKSAP DPR Dyah Roro Esti dalam IPU ke-144 di Bali

Sebarkan artikel ini
Anggota BKSAP DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Golkar Dyah Roro Esti, B.A, M.Sc (Foto: domi lewuk/KD/RP-Jkt)
banner 325x300

JAKARTA,RELASIPUBLIK.COM-Anggota BKSAP DPR RI Dyah Roro Esti, B.A, M.Sc mengatakan bahwa momen Inter Parliamentary Union (IPU) assembly ke-144 akan digelar di kawasan Nusa Dua Bali pada 20-24 Maret 2022 mendatang. Event internasional ini rencananya akan dihadiri langsung oleh sejumlah anggota IPU sedunia yang hingga hari ini telah terdaftar sebanyak 114 Negara di dunia.

“Sebetulnya momentum yang sangat luar biasa ini mengingat juga selain IPU, Indonesia adalah negara untuk G-20. Jadi, ini momentum yang sangat luar biasa dan saya berharap bahwa dari momentum ini kita juga bisa menghasilkan terobosan-terobosan yang pada sejatinya dibutuhkan oleh bangsa,” kata Roro saat jadi pembicara pada diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Misi DPR RI dalam Inter Parliamentary Union (IPU) Ke-144 Bali” di Media Center Nusantara III Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta Kamis (17/3/2022).

Ia menjelaskan, berkaitan mengenai climate change, ini merupakan isu utama yang nantinya akan dibahas pada ajang IPU tahun ini di Bali,selain momen ini sangat amat besar relevansinya terhadap terlebihnya negara Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi data egriment di tahun 2016.

Dijelaskan, waktu itu diundang-undangkan melalui undang-undang nomor 16 tahun 2016, untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29% dan juga 41% dengan bantuan ternasional.

“Saya ingin mengingatkan juga bahwa 192 negara dan juga itu telah meratifikasi, maka komitmen lintas negara ini sangat dibutuhkan untuk bagaimana caranya kita bisa menekankan ataupun mengurangi emisi karbon secara keseluruhan,” jelas politikus Partai Golkar ini.

Lanjutnya, jika berbicara mengenai sektor energi karena kebetulan saya juga latar belakangnya di komisi VII yang membidangi energi risert inovasi dan industri 30% dari total emisi karbon kita itu datang dari sektor energi.

“PR (Pekerjaan Rumah) kita banyak sekali, karena ketergantungan Indonesia terhadap Energi fosil ini masih tinggi. Kita harus akui bahwa energi fosil atau sektor ini berkontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi negara Indonesia dan juga telah menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat amat banyak maka terciptanya multiplayer effect, di mana itu juga sangat relevan terhadap dari pada setiap masyarakat dan sebagainya,” imbuhnya.

“Jadi, dengan kita mendorong transisi, kita mengetahui bahwa transisi ini membutuhkan sebuah proses yang cukup panjang. Sekarang, bagaimana kita bertransisi dari yang tadinya mayoritas dari misalnya pembangkit listrik berdasarkan energi fosil menjadi momentum tersendiri untuk bisa mendorong daripada energi terbarukan.”

Kalau kita lihat para mitra kerja kami (DPR) juga sangat komit, baik itu dari kementerian ESDM nya sendiri untuk mendorong percepatan daripada energi terbarukan. Ada beberapa hal yang dilakukan dengan implementasi dari PLTS rooftop ataupun pembangkit listrik yang juga berbasis energi terbarukan.

“Saat ini sedang dilakukan, MOUnya sedang di dorong, jadi komitmen negara kita realisasi yang sudah dilakukan di lapangan tetapi disamping itu IPU ini menurut saya, bisa menjadi momentum untuk bagaimana seluruh negara yang hadir bisa saling menguatkan satu sama lain,”terang Dyah Roro Esti, B.A, M.Sc.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi ini diantaranya,Anggota BKSAP F-Golkar Dyah Roro Esti, B.A, M.Sc, Wakil Ketua BKSAP F-Partai Demokrat Putu Supadma Rudana, M.B.A, , dan Wakil Ketua BKSAP F-PAN Ir. H. Achmad Hafidz Tohir.

Editor : Arief Lakasim. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *