Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaTerbaru

Rakerda DPD PKPS Kota Padang: Rudi Hariyansyah Ulas Isu Keterbatasan dan Bakri Maulana Optimis Bangkitkan Perekonomian Pessel

23
×

Rakerda DPD PKPS Kota Padang: Rudi Hariyansyah Ulas Isu Keterbatasan dan Bakri Maulana Optimis Bangkitkan Perekonomian Pessel

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

PADANG RELASI PUBLIK— Mengawali Rakerda DPD PKPS Kota Padang akhir pekan lalu di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Jl Jenderal Sudirman, Padang dimulai dengan diskusi panel. Kala itu PKPS Kota Padang menghadirkan Wakil Bupati Pessel Rudi Hariyansyah dan Tokoh Perantau Pessel, Bakri Maulana SE, MP.

Dengan adanya diskusi panel yang dipandu moderator Dr Risnaldi Ibrahim SAg, MM, MH, suasana Rakerda PKPS Padang yang dihadiri Ketua DPW PKPS Sumbar, H Budi Syukur dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi serta turut hadir utusan Pemko Padang, tokoh masyarakat Pessel lainnya semakin menarik. Betapa tidak Diskusi Panel dalam rangka Rakerda DPD PKPS Kota Padang ini bertemakan “Satu Persepsi dalam Membangun Soliditas untuk Kesejahteraan Bersama” disambut antusias peserta Rakerda tersebut.

Seperti yang diungkapkan Ketua DPD PKPS Kota Padang kepada wartawan media ini, Kamis (23/8) bahwa Diskusi Panel antara Rudi Iriansyah dengan Bakri Maulana, Direktur Umum PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor 2011-2015.

Diawal diskusi, Rudi Hariyansyah menyampaikan pembangunan infrastruktur dasar Pessel yang menjadi kewenangan Pemkab Pessel dalam kondisi biasa-biasa saja karena keterbatasan anggaran sehingga peningkatan konektivitas poros ekonomi belum bisa dipacu.

Rudi Hariyansyah yang dalam proses kemunduran dirinya dari jabatan Wabup Pessel karena maju sebagai Caleg DPR-RI ini mengakui titik berat perekonomian Pessel masih tertumpu pada sektor pertanian.

Sementara itu, Bakri Maulana mengungkapkan pemahamannya bahwa Kabupaten Pessel merupakan salah satu dari 19 kabupaten / kota di Propinsi Sumatra Barat, dengan luas wilayah 5.749,89 Km2.Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan terletak di bagian selatan Propinsi SumatraBarat, memanjang dari utara ke selatan dengan Panjang garis pantai 234 Km.

Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Propinsi Jambi, sebetah selatan dengan Propinsi Bengkulu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia.

“Mengoptimalkan Sinergi dengan kabupaten dan kota tetangga akan berdampak bagi kemajuan Pessel dimasa mendatang,” kata Bakri Maulana yang juga Ketua Harian Lembaga Pemberdayaan (LPer) UMKM itu.

Ditambahkanya, sektor perkebunan terutama perkebunan sawit yang berkembang pesat sejak sepuluh tahun terakhir di Kecamatan Pancung Soal, Basa Ampek Balai dan Lunang. Sekiranya dirinya dipercaya memimpin Pessel dia berjanji akan meningkatkan keterlibatan investor nasional tidak saja dalam industri pengolahan minyak sawit CPO yang berkapasitas produksi sebesar 4.000 ton per hari itu tetapi industri hilir berbasis kelapa sawit yang berkelanjutan.

Dan tidak kalah pentingnya pengelolaan potensi pariwasata Pessel secara profesional guna meningkatkan sumber PAD andalan daerah di masa mendatang.

“Pemkab Pessel pasca pandemi Covid-19 yang telah berlalu mesti membuka diri selebar-lebarnya kepada investor yang berminat menanamkan modalnya,” ungkapnya.

Bakri Maulana yang akrab disapa BM itu juga memaparkan saran-saran positif yang apabila ditindaklanjuti bisa saja mendongkrak ekonomi mikro maupun pertumbuhan ekonomi Pessel yang benar-benar akan mengantarkan masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Diungkapkanya, Pemkab Pessel dalam upaya pengembangan perekonomian mesti fokus pada sektor yang menjadi unggulan masyarakatnya, sehingga perekonomian masyarakat dalam berbagai usaha dapat dibangkitkan.

“Apabila perekonomian masyarakat bagus, pendidikan dan kesehatan secara otomatis akan bagus. Jika ekonomi masyarakat bagus mengapa tidak pelajar-pelajar Pessel bisa kuliah di Padang, di Jakarta atau Bandung, bahkan ke luar negeri. Tapi kalau perekonomian masyarakat tidak bagus, telah diundang pelajar Pessel menjadi mahasiswa undangan untuk ongkos saja tidak mampu,” paparnya.

Secara terpisah, Ketua Panitia Rakerda DPD PKPS Kota Padang, Kasman Syofyan menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran kedua nara sumber dalam Diskusi Panel tersebut, begitu juga dengan warga PKPS Kota Padang yang mengikuti Rakerda dari hingga akhir. (Agusmardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *