Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaTerbaru

Tokoh Muda Pariaman Jadi Pengawas Sekolah Termuda di Papua Barat

70
×

Tokoh Muda Pariaman Jadi Pengawas Sekolah Termuda di Papua Barat

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

Manokwari- Satu lagi tokoh muda Minang asal Pariaman bersinar di rantau. Safei seorang guru yang mengabdi di Manokwari Papua Barat sejak 2015 lalu dipercaya Pemerintah Kabupaten Manokwari menjabat pengawas SD.

Guru asal Sungai Sariak VII Koto Padang Pariaman itu tidak menyangka ia direkomendasikan mendapat jabatan fungsional sebagai pengawas sekolah.

Hebatnya, ia merupakan peserta termuda dari ratusan peserta yang dilantik.

“Saya memang mengikuti program pendidikan Guru Penggerak yang merupakan program prioritas Kemdikbudristek, namun tidak ada terpikir jadi pengawas,”terang Safei Jum’at, (1/3).

Sejak di bangku kuliah, Safei memiliki jejak rekam sosok yang konsen di dunia literasi, sehingga ketika ditugaskan mengabdi di Papua Barat, ia betul-betul menjadi sosok yang educated dengan dunia pendidikan, terutama literasi.

Menurut Safei literasi numerasi merupakan tolak ukur keberhasilan pendidikan dalam semangat Merdeka Belajar, sehingga Safei melakukan banyak kreatifitas membangun kepeduliannya di dunia literasi, seperti menjadi relawan taman baca, menulis buku anak dan menyebarkan ke sekolah-sekolah secara gratis.

Dari ketekunan itu, Safei meraih banyak penghargaan. Ia pernah menjadi pembicara dalam peringatan Hari Guru Dunia yang diadakan Unesco di Jakarta tahun 2018 lalu.

Meski meraih banyak prestasi, namun mantan wartawan freelance di berbagai media di Sumbar ini tetap rendah hati. Ia tetap mengkedepankan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-harinya.

Bahkan, saat pengukuhan Senin, (26 Februari) lalu, ia memakai jas yang dibeli di pasar loak. Cerita tentang jas second yang dikenakan pada hari istimewa itu bukan hal baru dilakukan Safei.

“Dulu ketika wisuda saya meminjam sepatu teman, dan celananya, saya tidak mau membebankan dan menyusahkan kedua orang tua saya,”kenangnya.

Hidup mengirit memang telah diterapkan Safei sejak kuliah, ketika teman-temannya di kampus memakai kendaraan bermotor, ia ke kampus memakai sepeda.

“Sejak jadi CPNS tahun 2015, saya masih memakai baju Keki yang sama, sudah hampir 10 tahun, saya baru akan membuat kembali baju KK karena tugas baru sebagai pengawas sekolah, saya lebih mementingkan karya daripada gaya,”tutup Safei. (Agusmardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *