Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Utama

Tumbuhkan Industri Konten, Kominfo, Migrasi ke TV Digital Serap Tenaga Kerja Kreatif

44
×

Tumbuhkan Industri Konten, Kominfo, Migrasi ke TV Digital Serap Tenaga Kerja Kreatif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Migrasi dari televisi analog ke televisi digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ist)
banner 325x300

JAKARTA,RELASIPUBLIK.COM – Migrasi televisi analog ke televisi digital memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Selain kualitas gambarnya yang bersih, suara yang jernih dengan teknologi yang canggih, TV digital menawarkan berbagai aplikasi interaktif, dan antarmuka yang lebih mudah untuk pengguna atau penonton.

Selain kualitas gambarnya yang bersih, suara yang jernih dengan teknologi yang canggih, TV digital menawarkan berbagai aplikasi interaktif, dan antarmuka yang lebih mudah untuk pengguna atau penonton.

Bahkan migrasi ke TV digital akan mendorong keberagaman konten yang berpotensi memunculkan konten-konten edukatif-kreatif dan variatif dari industri penyiaran dalam negeri. Demikian dipaparkan oleh staf khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Philip Gobang. Menurutnya, dengan migrasi ke TV digital, industri konten akan tumbuh lebih variatif sehingga mengundang pekerjaan-pekerjaan baru melalui konten kreatif.

“Hal yang manjadi manfaat besar yang dapat diraih dari migrasi tv digital adalah menumbuhkan industri konten atau diversity konten. Migrasi tv digital juga menyerap tenaga kerja kreatif bidang pembuatan konten siaran dan akan ada banyak channel TV digital dengan konten yang semakin beragam, termasuk dari stasiun TV digital lolak,” kata Philip dalam acara Diskus Virtual Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Bantuan STB, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dari Jakarta, Jumat (1/4/2022).

Staf khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Philip Gobang (Biro humas Kominfo)

Dijelaskan, dengan melakukan migrasi ke televisi digital, peluang generasi muda di daerah menjadi konten kreator akan semakin terbuka lebar.

“Sehingga hal-hal yang menjadi keunggulan lokal dapat ditampilkan dalam konten-konten siaran dari lembaga penyiaran televisi dalam kolaborasi bersama, dan mendorong pertumbuhan industri kreatif di masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers diterima awak media di Jakarta.

Tidak hanya itu, migrasi TV digital juga, lanjut Philip, dapat memperkuat ideologi bangsa yang didapatkan dari diversifikasi program tayangan dari stasiun televisi lokal. Stasiun televisi lokal akan memiliki keberagaman konten penyiaran untuk disajikan kepada masyarakat.

“Dan konten-konten kreatif tersebut memberikan peluang kepada anak-ank muda di berbagai daerah untuk ambil bagian dalam upaya-upaya kreatif-inovatif. Mereka mengisi ruang-ruang konten pada siaran televisi digital,” jelasnya.

Lalu terkait masalah pembangunan ekosistem digital secara nasional, ia menilai, migrasi ke televisi digital memberikan keuntungan secara global. Oleh karena itu, pembangunan ekosistem digital merupakan langkah penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju era ekonomi digital.

“Migrasi tv digital penting untuk mendukung usaha-usaha ekonomi digital di Indonesia. Bilamana seluruh desa di seluruh Indonesia terkoneksi internet maka membuka peluang yang sangat besar bagi masyarakat di setiap daerah untuk menggunakan akses internet tersebut bagi upaya-upaya dan usaha-usaha untuk mengembangkan daerah dan masyarakatnya secara sosial dan ekonomi,” katanya.

Sebab, dengan akses internet dan fasilitas 4G yang sudah mulai dibangun saat ini, maka masyarakat seluruh Indonesia bisa menikmati layanan internet dan 4G.

Meski demikian, Philip mengaku, untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia, Kementerian Kominfo tidak bisa berjalan sendiri.

“Tentu saja pembangunan ini membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk dukungan pendanaan. Dan Menteri Kominfo sudah beberapa kali mengemukakannya dalam Rapat Kerja Bersama Anggota DPR RI di Komisi I,” ulasnya.

Diharapkan, perubahan-perubahan besar yang akan dihadapi kedepan bisa mendorong masyarakat mengembangkan usaha-usaha ekonomi kreatif dengan memanfaatkan ruang-ruang internet, tidak hanya untuk mengakses media sosial, tetapi memanfaatkannya untuk kepentingan sosial ekonomi masyarakat.

“Kenapa? karena akses internet yang tengah dibangun oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo melalui BAKTI Kominfo dan operator seluler itu juga membutuhkan investasi yang tidak kecil. Karena itu supaya pembangunan ini memiliki manfaat, kita membutuhkan literasi digital yang masif juga sampai ke pelosok tanah air,” ungkapnya.

Pembagian STB

Philip juga menjelaskan upaya yang sedang dilakukan Kementerian Kominfo saat ini dalam menyukseskan proses migrasi televisi analog ke televisi digital yang akan dimulai pada 30 April 2022 mendatang.

“Sejak hari ini menuju 30 April 2022, kita akan memasuki tahap pertama migrasi siaran TV analog ke digital. Dan Kepulauan Bangka Belitung 1 wilayah siarannya yaitu Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkal Pinang akan memasuki tahap pertama migrasi siaran TV analog ke digital. Pada tanggal 30 April 2022 nanti siaran TV analog dimatikan. Itu berarti sejak saat ini kita sudah bisa bermigrasi ke siaran TV digital,” katanya.

Maka, untuk bisa bermigrasi dari televisi analog ke digital, masyarakat yang mempunyai smart TV atau televisi yang sudah mempunyai akses digital bisa melakukan scan ulang untuk mendapatkan siaran TV digita.

“Sedangkan bagi yang belum memiliki TV digital maka ada satu alat yang dapat berfungsi sebagai conventer yang mengalihkan siaran analog ke digital yang disebut Set Top Box (STB). STB ini akan mengubah TV analog menjadi sinyal TV digital, dan saat ini sudah bisa diperoleh di toko-toko elektronik maupun di toko online dengan harga terjangkau berkisar antara Rp 200.000 – 300.000,” saranya.

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak memiliki STB ? Dalam hal ini, pemerintah memiliki kebijakan yang dilakukan melalui koordinasi Kementerian Kominfo dengan Kementerian Sosial.

Adapun, kebijakan tersebut menetapkan keluarga-keluarga dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial di (DTKS) dari Kementerian Sosial yang sudah diverifikasi kembali oleh Kementerian Kominfo.

“Berdasarkan data tersebut ada sekitar 6,7 juta rumah tangga dalam DTKS yang memperoleh bantuan STB. Data 6,7 juta adalah data keseluruhan di wilayah Indonesia.”

Maka,bagi masyarakat yang mencantumkan data secara lengkap dalam DTKS akan mendapatkan bantuan STB dari Pemerintah melalui Kementerian Kominfo dan lembaga penyiaran swasta.

“Saat ini sebagaimana beberapa waktu lalu Menteri Johnny sudah menyampaikan bahwa untuk tahap pertama 30 April 2022 secara teknis STB sudah tersedia jumlahnya sesuai dengan kebutuhan bagi masyarakat yang tidak dapat membelinya sendiri,” ungkanya.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Anggota Komisi I DPR RI, Ridianto Tcen, Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syawaludin.** SP.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *