Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaKriminal

Aksi Terorisme Libatkan Kaum Milenial, Ini Pesan Ketua DPD RI

60
×

Aksi Terorisme Libatkan Kaum Milenial, Ini Pesan Ketua DPD RI

Sebarkan artikel ini
LaNyalla Mattalitti, Ketua DPD RI (domi lewuk/KD/RP)
banner 325x300

JAKARTA,RELASIPUBLIK.COM-Ketua Dewan Perwakilan Daerah AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengaku miris akan kasus penyerangan yang dilakukan oleh wanita muda berinisial ZA beberapa hari yang lalu. Menurutnya, bahwa hal tersebut  membuktikan generasi muda cukup rentan dengan penyebaran faham radikalisme.

“Kita sangat miris dengan perkembangan terorisme di Tanah Air. Pasalnya pelaku teroris merupakan usia milenial yang semestinya masa usia produktif dalam belajar dan bekerja,” kata LaNyalla, Jumat (2/4/2021).

Senator asal Jawa Timur ini mengajak generasi milenial untuk berhati-hati dalam menerima sebaran ajaran faham-faham garis keras.

“Buat generasi milenial, saring dahulu informasi dan ajaran yang kalian dapat. Sebab, mereka akan mempengaruhi cara berfikir dan bertindak yang dapat merugikan diri sendiri, terlebih mengorbankan nyawa. Ia mencontohkan serangan terhadap Mabes Polri yang dilakukan ZA merupakan salah satu bukti kaum milenial rentan akan radikalisme,” ujarnya miris.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat, ZA belajar dari youtube mengenai faham-faham radikal, khususnya ISIS. Kemudian ia menjadi penyerang tunggal pada kasus serangan Mabes Polri,” kata La Nyalla.

Oleh karena itu, Ketua DPD RI ini minta kepada Kominfo untuk dapat melakukan penyaringan kanal-kanal youtube, juga situs atau media sosial lainnya terkait faham-faham garis keras.

“Tugas kita adalah melindungi generasi muda kita dari ajaran yang salah. Sebab, Informasi yang disampaikan BIN menyebutkan bahwa generasi milenial mudah terpapar radikalisme dari media sosial dengan rentang usia 17-24 tahun,” imbuh LaNyalla yang juga Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu.

Selain itu, LaNyalla juga meminta Kominfo, Polri, BIN dan Kementerian Pendidikan untuk lebih gencar memberikan informasi- informasi yang benar terkait terorisme. Dengan cara ini propaganda terorisme bisa diimbangi.

“Jika terorisme menyebar konten-konten dengan narasi ketidakadilan, kita dapat membuat narasi herois membela negara, prestasi dan menjaga keluarga atau konten lainnya,” tutup LaNyalla. ** (DL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *