Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJakartaTerbaru

Anies Merasakan Ketimpangan Belum Usai di Kalimantan Timur

47
×

Anies Merasakan Ketimpangan Belum Usai di Kalimantan Timur

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

JAKARTA, RELASI PUBLIK – Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan merasakan ketimpangan yang terjadi di Kalimantan Timur belum selesai. Hal itu disampaikan Anies saat kampanye Akbar di GOR Kadrie Oening Sempaja, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (7/2/2024)

Dalam kunjungannya, Anies teringat ketika ia pertama kali ke Kalimantan Timur. Hingga kini, ia masih merasakan ketimpangan yang sama dengan kunjungannya sebelumnya.

“Ini mengingatkan ketika saya pertama kali memulai kegiatan di Kalimantan Timur tahun 1994. Waktu itu saya mahasiswa bersama dengan teman-teman aktivis lainnya melatih anak-anak muda dari seluruh wilayah Kalimantan Timur,” ucapnya

Anies menceritakan, anak-anak yang jauh dari Samarinda, jauh dari Balikpapan, ada yang 4 hari perjalanan ke tempat pelatihan. Mereka punya kemampuan yang luar biasa tapi kesempatannya kecil.

“Lalu kami datang lagi ke Kaltim dalam program Indonesia mengajar ketempat yang terpencil. Lagi-lagi masalah ketimpangan,” ucapnya.

” Dan sekarang saya datang lagi ke Kalimantan Timur masih menemui masalah yang sama, ketimpangan. Masalahnya belum selesai. Jadi ini PR terbesar dan ini rencana yang akan kami mulai untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Anies mengatakan, Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi penghasil sumber daya alam yang paling kaya tetapi masyarakatnya merasakan ketimpangan yang sangat ekstrem.

“Ini tidak boleh dibiarkan, ini akan jadi prioritas, dan ini pesan utama yang kami sampaikan ke Kalimantan Timur. Ini juga dirasakan di banyak wilayah di Indonesia,” ucapnya.

Anies berharap, pada 14 Februari mendatang, rakyat Indonesia akan menentukan pilihan untuk meneruskan ketimpangan atau perubahan.

“Kalau menginginkan perubahan, kami menawarkan keseriusan penanganan ketimpangan, dan untuk itu pasangan Anies-Amin komitmen menjalankan itu di awal-awal kami bertugas,” kata Anies.

Anies juga menyinggung masalah tambang ilegal di Kaltim. Menurut Anies, tambang illegal harus ada ketegasan dari Pemerintah.

“Yang namanya illegal itu harus diperangi. Kalau tidak ada ketegasan dari pemerintah yang illegal ini akan menjamur karena sekali pelanggaran dibiarkan akan dianggap sebagai sesuatu yang boleh dikerjakan,” tegas Anies.

Samarinda, kata Anies, masuk dalam 40 kota yang akan ditingkatkan, salah satu fokusnya adalah pembangunan transportasi umum agar lebih murah di akses oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Anies menyebut, akan fokus membangun Kalimantan Timur di wilayah-wilayah yang ada penduduk disekitar perairan.

“Lakukan pembangunan yang masyarakat sudah tersebar disitu. Masyarakat disini kita tau masyarakatnya kebanyakan menggunakan transportasi air. Jadi pembangunannya akan fokus pada tempat-tempat yang dekat dengan sungai atau laut,” ucap Anies.

Terkait layanan kesehatan, Anies mengatakan akan melakukan pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan dengan membangun rumah sakit kelas B di seluruh Provinsi. Untuk kelurahan, kecamatan dan desa yang belum memiliki Puskemas dipastikan akan memiliki Puskemas.

Senada dengan itu, Dewan Pakar DPP PKS Ahman Nurdin mengatakan, ketimpangan di tengah masyarakat dapat menghambat potensi pembangunan sosial dan mengancam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Ketimpangan ini, kata Ahman, juga bisa memicu lonjakan angka kriminalitas, sehingga berdampak di sektor hukum. Oleh karena itu, setiap negara perlu mengatasi masalah ketimpangan sosial.

Menurut Ahman, meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk meminimalisir ketimpangan sosial dan ekonomi, masih ada tantangan yang harus diatasi. Beberapa tantangan tersebut termasuk ketidakmerataan dalam pelaksanaan kebijakan di berbagai wilayah, ketimpangan regional yang masih berlanjut, dan masalah korupsi yang menghambat efektivitas kebijakan publik.

“Hal yang menjadi penyebab pemerintah kurang maksimal dalam menjalankan kebijakan tersebut antara lain ketidaktepatan kebijakan pemerintah yang tidak mempertimbangkan perbedaan konteks sosial dan ekonomi di berbagai daerah sehingga mengurangi efektivitas dalam mengatasi ketimpangan,” ucap Ahman.

Ahman mengatakan, jika Anies terpilih menjadi presiden dalam Pilpres 2024 mendatang semua masalah ketimpangan di tengah-tengah masyarakat akan teratasi.

Menurutnya, Anies Baswedan memiliki konsep yang bagus dalam membangun bangsa ini. Anies dinilai berhasil merubah kota Jakarta jauh lebih baik, sehingga rakyat sangat menaruh harapan untuk perubahan Indonesia kedepan kearah lebih baik.

“Ada alasan kenapa kita pilih AMIN, kita perlu presiden yang punya narasi akal pikiran yang sehat dan bisa diajak berdiskusi dan kebijakan berbasis pengetahuan itu penting saya percaya Anis serius memikirkan membangun bangsa ini lebih baik,” ucapnya.

Ahman menilai, keputusan PKS mendukung Anies merupakan keputusan yang sangat tepat. Ia berharap PKS jadi nomor satu di Kalimantan Timur dan Anies Baswedan Presiden RI pada Pemilu 2024 mendatang.

“Insya Allah PKS akan berjuang dengan serius memenangkan Anies Baswedan. Persoalan yang penting dari yang penting ini adalah kita memenangkan Presiden 2024,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *