Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJakartaPolitkTerbaru

Debat Final Capres, Anies Baswedan Paparkan Strategi Bansos Tanpa Pamrih dan Tepat Sasaran

43
×

Debat Final Capres, Anies Baswedan Paparkan Strategi Bansos Tanpa Pamrih dan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

JAKARTA, RELASI PUBLIK – Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan memaparkan strateginya dalam mengatasi permasalahan penyaluran bansos selama ini dalam debat terakhir Capres 2024 pada Minggu,(4/2/2023).

Anies menegaskan, makna dari bansos merupakan bantuan yang ditujukan kepada penerima yang berhak dan bukan hak dari pemberi.

“Pertama bansos adalah bantuan untuk si penerima. Bukan bantuan untuk untuk si pemberi,” tegas Anies.

Menurut Anies, strategi penyaluran bansos yang pertama harus sesuai kebutuhan si penerima.

“Kalau sipenerima butuh bulan ini dikasih bulan ini, kalau butuh bulan depan dikasih bulan depan, jangan dirapel semuanya. Itulah yang disebut sebagai bansos tanpa pamrih,” ucap Anies.

Kemudian kata Anies, penyaluran bansos harus tetap sasaran. Perlu dilakukan pendataan yang baik, informasi akurat dan mekanisme pemberiannya melalui jalur birokrasi.

“Bukan dibagikan dipinggir jalan, tapi dibagikan langsung di lokasi yang diatur sesuai jalur birokrasi,” kata Anies.

Anies mengatakan, yang paling penting dalam penyaluran Bansos adalah mengedepankan prinsip keadilan. Masyarakat pra sejahtera harus masuk dalam daftar penerima bansos. Anies menggarisbawahi jangan sampai mereka terlewatkan.

“Jangan sampai keluarga yang kurang mampu dan prasejahtera ada yang terlewatkan,” tegasnya.

Maka dari itu Anies merangkum semua strategi itu dalam program ‘Bansos Plus’. Anies berharap melalui program ini penerima yang belum menerima bansos dapat dimasukkan dan diberikan bekal pendampingan pelatihan.

“Kami menyusun program bagian dari perubahan adalah ‘Bansos Plus’ angkanya ditingkatkan. Yang belum masuk, dimasukkan dan diberikan bekal pelatihan supaya mereka bisa mandiri dan hidup lebih sejahtera,” jelas Anies.

Senada dengan itu, Dewan Pakar PKS Ahman Nurdin mengatakan Program pemerintah berupa bantuan sosial (bansos) merupakan bagian dari usaha guna menyejahterakan masyarakat. Selain itu, diberikannya bansos tersebut untuk memenuhi dan menjamin kebutuhan dasar serta meningkatkan taraf hidup penerimanya.

Ahman menilai, persoalan pada penyaluran yang salah sasaran membuat kebijakan bantuan sosial menjadi kurang efektif.

“Memang sudah banyak kebijakan bansos yang dilakukan pemerintah. Secara umum dapat saya katakan kurang efektif karena selain masih banyak salah sasaran, program-program bansos ini cenderung hanya menjadi pemadam kebakaran dan parsial,” ucapnya.

Menurut Ahman, strategi penyaluran bansos melalui program “Bansos Plus” yang digalakkan Anies Baswedan merupakan solusi ampuh untuk permasalahan ini.

“Bansos Plus bukan hanya sekadar kelanjutan program bansos yang sudah ada, melainkan evolusi yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Program ini berkomitmen untuk membawa peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: manfaat, penerima, dan layanan,” ucap Ahman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *