Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BekasiBerita UtamaBogorDepokHuman InterestJakartaJakarta TimurJakarta UtaraKriminalLegislatifOpiniPariwaraPolitkTangerangTerbaru

Ekonom Atma Jaya : Dibanding Negara Lain, Indonesia Mampu Menahan Kontraksi di Kuartal II

66
×

Ekonom Atma Jaya : Dibanding Negara Lain, Indonesia Mampu Menahan Kontraksi di Kuartal II

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

JAKARTA, RELASIPUBLIK.COM – Ekonom Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Rosdiana Sijabat, Ph.D menilai, meski belum efektif penanganan dampak pandemi covid-19, terhadap dunia usaha maupun perbaikan daya beli masyarakat, namun di sisi lain, Pemerintah setidaknya pada kuartal II sudah mampu menahan upaya kontraksi tidak terlalu besar.

Hal itu dapat dibandingkan dengan negara-negara di benua-benua lainnya yang cukup besar dampaknya. Negara-negara di sekitar kita itu kontraksinya cukup besar.

“Di Asian sendiri, misalkan negara yang agak lebih baik dari kita itu, paling tidak Vietnam. Sementara kalau kita lihat dari segi penanganan Covid-19, memang benar Pemerintah agak lambat, teteapi itu hal lain lagi,” kata Rosdiana yang hadir secara virtual dalam diskusi Forum Legislasi bertema “Evaluasi Perppu Corona dan Ancaman Resesi Ekonomi” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Lanjutnya, bahwa memang harus diakui, kalau di awal mungkin tidak terlalu bisa didapatkan validitas informasi, sehingga merasa baik-baik saja. Sementara negara lain sudah melakukan berbagai prevensi, dan bahkan langkah-langkah yang lebih maju.

“Dalam hal ini kita agak tertinggal. Tetapi kalau kita bandingkan indikator ekonomi bahwa sebenarnya kontraksi ,namun pemerintah telah berupaya melakukan berbagai strategi, tapi ternyata tidak menolong kita dari pertumbuhan ekonomi yang minus, tetapi kontraksi itu masih relatif lebih baik,” imbuhnya.

Maka menurut ekonom dari Unika Atma Jaya Jakarta itu, bahwa Pemerintah perlu juga memikirkan kesehatan APBN di satu sisi, tetapi dengan dana insentif fiskal yang tidak terlalu besar dibanding atau relatif kepada negara-negara lain, masih bisa dalam kondisi seperti ini.

“Bukan saya mengatakan pemerintah berhasil dalam mengatasi pandemi Covid-19, tapi menurut saya pemerintah relatif berhasil lah. Nah, ini supaya kita tidak terlalu jauh buruk kinerja perekonomian kita, itu untuk yang kuartal II,” ujarnya.

“Nah, di kuartal III, seharusnya belanja Pemerintah yang diserap lebih banyak kemudian dana PEN ini seharusnya 2 bulan kedepan bisa lebih cepat di serap,” saran Rosdiana Sijabat. ** (DSL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *