Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Jabodetabek

In Memoriam Pak Jakob Oetama, Tokoh Pers Nasional, Guru Kehidupan bagi Para Wartawan

98
×

In Memoriam Pak Jakob Oetama, Tokoh Pers Nasional, Guru Kehidupan bagi Para Wartawan

Sebarkan artikel ini
Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia,Tokoh Pers Nasional (Sumber Foto: Istimewa)
banner 325x300

JAKARTA,RELASIPUBLIK.COM-Pendiri Kompas Gramdeia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (9/9/2020). Ia menghembuskan nafas terakhir pukul 13.05 WIB setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan dari tim medis RS setempat.

Dikutip dari wawancara reporter Kompas TV Rabu siang setelah kabar duka itu, bahwa almarhum masuk Rumah Sakit pertama kali pada 22 Agustus 2020. Kondisinya sempat membaik, namum kemudian memburuk lagi. Hingga pada Minggu (6/9/2020) sore, Jakob koma.

“Selama perawatan sempat sebenernya naik turun, di mana selama perawatan hampir lebih dari dua minggu sempat perbaikan dan terjadi penurunan, hanya pada saat-saat terakhir karena faktor usia dan kondisi semakin memburuk akhirnya beliau meninggal,” kata dr.Felix Halim yang didampingi Direktur RS Mitra Keluiarga Kelapa Gading, Ronald Reagan dalam siaran live Kompas TV.

Dijelaskan juga bahwa Jakob Oetama oleh pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading telah melakukan swab test dan swab test Jakob Oetama dinyatakan negatif.

Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 WIB. Jenazah Jakob disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya 40, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk melakukan ibadah misa. Dan selanjutnya dibawah ke Kantor Kompas Gramedia Palmerah untuk mendapat penghormatan terakhir dari kolega, selanjutnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kali Bata, Jakarta Selatan esoknya.

Jakob Oetama lahir di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada 27 September 1931. Artinya kurang 18 hari usia jakob Oetama genap 89 tahun pada 27 September 2020 nanti.

Tokoh Pers Nasional itu mengawali karier sebagai seorang guru. Namun, panggilan hidupnya memilih jadi wartawan. Dalam berbagai testimoninya, Jakob Oetama pernah mengelola sebuah Majalah Komunitas “Bentara” juga Intisari, sebuah majalah populer yang banyak digemari pembacanya.

Jakob Oetama bersama Petrus Kanisius (PK) Ojong kemudian sukses mendirikan Kompas Gramedia dan menguasai bisnis media massa dan produk lainnya dalam Kelompok Kompas Gramedia.

Kisah perjalanan sukses Jakob dan Ojong membesarkan Intisari dan Kompas Gramedia tidaklah mulus. Mengaku tidak ahli dalam bisnis, maka Jakob dan PK Ojong pun berbagi tugas untuk menjadi kaptem kapal Kompas Gramedia. Keduanya berbagi tugas, Jakob Oetama bertugas mengurusi editorial, sedangkan PK Ojong di bidang bisnis.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com hari ini, Rabu (9/9/2020), setelah 15 tahun kebersamaanya, Petrus Kanisius Ojong pung dipanggil oleh Sang Kalik pada tahun 1980 dalam usia 59 tahun. Suami dari Catherine Oei Kian Kiat itu meninggal dunia mendadak dalam tidurnya.

Kepergian PK Ojong meninggalkan beban berat bagi Jakob Oetama, Namun, di pundak Jakob Oetama, Grup Media massa terbesar di negeri ini terus mengepakkan sayap kesuksesan. Kompas Gramedia menguasai pasar penerbitan di Indonesia. Mulai dari majalah, Tabloid, Koran Cetak, Online hingga televisi.

“Saya harus tahu bisnis. Dengan rendah hati, saya akui pengetahuan saya soal manajemen bisnis, nol! Tapi saya merasa ada modal, bisa ngemong! Kelebihan saya adalah saya tahu diri tidak tahu bisnis,” kisah Jakob Oetama dalam berbagai kesempatan berbagi pengalaman sukses usaha dunia media massa.

Sikap kerendahan hati seorang Jakob Oetama inilah yang kemudian sukses mengembangkan Grup Kompas Gramedia menjadi sebesar sekarang.

Kerendahan hati ini pula yang membuatnya tidak merasa jemawa atas apa yang dicapainya. Ia tidak pernah merasa kaya di antara di antara orang miskin, juga tidak merasa miskin di antara orang kaya.

Hari ini, tanggal 9 bulan 9 tahun 2020. Bapak Jakob Oetama dipanggil Sang Penciptanya. Ia telah mengakhiri perjalanan panjang selama hampir 89 tahun lamanya untuk menjawab panggilan Tuhan, melayani umat, masyarakat Indonesia khususnya. Jakob Oetama telah menjalani hidup dan tugas panggilan sang Ilahi kepada sesama dan bangsa ini.

Selamat Jalan Pak Jakob Oetama, terima kasih senyum mu yang has, tegur sapamu yang menyejukkan. selamat bertemu kembali dengan sang kekasihmu, dengan sahabat karib mu pendiri Kompas Gramedia, Pak Petrus Ojong dan keluarga besar mu di sana. Tuhan yang memberi, Tuhan juga Mengambilnya. ** (Domi Dese Lewuk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *