Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Legislatif

Ini Alasan MPR Dorong Anak Muda Jadi Wirausahawan

27
×

Ini Alasan MPR Dorong Anak Muda Jadi Wirausahawan

Sebarkan artikel ini
Syarief Hasan Wakil Ketua MPR RI (dok/Ist)
banner 325x300

JAKARTA,RELASIPUBLIK.COM– Gerakan kewirausahaan Nasional perlu dimasifkan dan dikampanyekan kepada semua segmen, terutama anak-anak muda.Dianggap penting karena gerakan tersebut bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian nasional sehingga bisa membawa Indonesia melewati resesi ekonomi.
Oleh karena itu, Wakil Ketua MPR Syarifuddin Hasan mendorong anakmuda menjadi wirausaha, dengan mengkampanyekan secara masif Kewirusahaan.

Hal itu ditegaskan dalam diskusi Empat Pilar MPR RI, “Peran Koperasi untuk Membangkitkan Perekonomian di tengah Pandemi” bersama Ahmad Zabadi Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Rabu (16/12/2020) di Media Center DPR RI.

“Kalau kita dorong anak-anak muda ini menjadi wirausaha maka hasilnya akan luar biasa. Apalagi anak-anak muda sekarang melek teknologi informasi. Dengan era teknologi informasi, Gerakan Kewirausahaan Nasional sangat tepat saat ini.”

Selain itu satu lagi yang saya ingin usulkan kalau bisa diperjuangkan, lebih bagus daripada ngurusin yang konglomerat mending kita urusin UKM dan koperasi, buatlah Bank UKM, sebagaimana kita ketahui di Malaysia ada Bank Bumi Putera yang ngurus tentang UKM, khususnya UKM saja, UKM kan luas ini, mulai dari industri UKM, begitu dia masuk kategori UKM diurus sama kementerian koperasi, diurus kreditnya oleh UKM, nah ini kalau ini ada ini, ini luar biasa.

“Jadi, saya ingin melihat kementerian koperasi di betul-betul menyebar ya bagaimana agar mendorong ekonomi Indonesia. Terakhir ini saya sampaikan bahwa masalah menyangkut masalah pembiayaan, ini kalau bisa betul-betul dimonitor karena prihatin sekali dari khususnya koperasi ada 225 ribu koperasi hanya 50% yang aktif, saya pikir ini sangat sangat prihatin sekali, kenapa, ya mungkin karena ada macam-macam, termasuk adanya pandemi covid -19.”

Saya melihat bahwa tanggung jawabnya kementerian koperasi sangat tinggi sekali, tetapi tidak diberikan amunisi yang kuat, jadi saya pikir kita harus dukung kuat dan saya mohon kepada wartawan untuk menyuarakan bahwa kementerian koperasi harus kita kuatkan, tutur Sjarifudin Hassan.

Sementara itu, Ahmad Zabadi mengatakan dampak pandemi Covid-19 dari sejak bulan Maret 2020 berimbas kepada 30 juta koperasi yang subsisten gulung tikar. Dikarenakan penjualan yang turun dari total 60 juta koperasi.

Sedangkan wewnang Departemen Koperasi belum benyak berubah sebagai pembuat kebijakan, sementara teknis fungsional berada di departemen lain sehingga kami tidak punya tangan sampai ke bawah. Untuk memodernisasi Koperasi, Departemen Koperasi telah mengembangkan desain untuk mendorong penggunaan on line dalam distribusi produk selain off line untuk merespon perubahan prilaku konsumen dan protokol kesehatan.

Dikemukakan bahwa pada akhir tahun ini Departemen Koperasi sudah menyalurkan modal Rp 2,4 juta yang diperuntukan untuk per usaha kecil yang memiliki rekening di Bank kurang dari Rp 2 Juta secara otomatis.

“Selain itu, departemen koperasi mendorong penggabungan Koperasi sejenis untuk mencapai ekonomic of scale seperti di perkebunan kelapa sawit di Palalawan, Propinsi Riau. Dengan tujuan untuk membuat CPO untuk Biofuel campuran bahan bakar minyak, BBM, dari solar,”tutup nya. ** (Dom).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *