Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Legislatif

Komisi IV DPR RI Minta Gakkum KLHK Tegas dalam Tangani Pencemaran Lingkungan

74
×

Komisi IV DPR RI Minta Gakkum KLHK Tegas dalam Tangani Pencemaran Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Bambang Purwanto,Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat (Istimewa)
banner 325x300

JAKARTA,RELASIPUBLIK.COM-Komisi IV DPR RI meminta penegakkan hukum (Gakum) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lebih dipertegas dalam menangani pencemaran air dan udara yang diduga dihasilkan oleh PT RUM di Sungai Desa Gupit, Sukoharjo. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menekankan agar Direktorat Penegak Hukum (Gakkum) dalam keterangan tertulisnya diterima awak media.

“Kami tadi sudah menekankan bahwa tindak Gakkum harus tegas, karena kami sudah hadir di situ. Kalau tidak ada perubahan berarti kepercayaan masyarakat terhadap Komisi IV juga akan berkurang. Gakkum harus melakukan cek secara detail, kemudian ambil tindakan tegas,” kata Bambang.

Untuk diketahui, Komisi IV meninjau langsung lokasi pabrik PT RUM yang ada di Sukoharjo. Dimana, masyarakat setempat sudah 4 tahun masyarakat mengeluhkan bau limbah yang luar biasa setiap subuh hingga saat ini.

Komisi IV bersama Gakkum KLHK menemukan adanya pipa limbah yang melewati alur sungai dan ditempatkan di atas dasar sungai, menghambat aliran sungai.

“Kami sudah memberikan Gakkum untuk di-cek secara detail, jangan sampai nanti Komisi IV sudah hadir di sana kemudian tidak ada solusi terbaik untuk masyarakat di sana. Keberadaan pabrik memang kami harapkan, tetapi tentu kita harus berfikir bahwa penempatan pabrik harus tepat juga,” tegas Bambang.

Ia menjelaskan, ketika penempatan pabrik di tengah-tengah pemukiman, tentu pengelolaan limbahnya harus lebih baik. Sehingga tidak terjadi pencemaran baik udara maupun air disekitar pemukiman.

“Ini kalau saya melihat lokasinya ditengah-tengah permukiman padat pendudukan, tentu ini dari sudut pandang perizinan kurang cermat,” tutupnya. * Arief.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *